Tapi,aku di Uji lagi...Jalan yang aku guna tadi sudah di tenggelami air, aku berhenti di tepi jalan dan melihat keadaan. Beberapa kereta merendah banjir dengan perlahan-lahan. aku melihat wajah Aseng. sesungguhnya stering kereta yang aku genggam adalah kereta kancil...
" Eh,tu ada kereta kancil jalan tu "
" Hah,selamba je beng "
" Boleh kan?...boleh je " aku meyakinkan diri.
" Hah,lepas lori tu jalan,ko follow dia dari belakang "
" Ok.."
" AllahuAkbar! "
Aku lihat Aseng takut betul. Kaki nya bergerak-gerak seakan mahu memakukan kereta ke tanah. Agak panjang juga banjir yang aku redah. Aku ekori trellar di hadapan perlahan-lahan.hampir betul. Tapi air yang telah di biaskan treallar itu sedikit sebanyak mengurangkan daya arus deras yang aku tempuh. Kegelapan malam kadang-kadang mengelirukan aku pada jalan yang aku lalui.
" Jangan tepi sangat, masuk longkang kita ni nanti..ke tengah beng, ke tengah."
Suara Aseng sebenarnya lebih mecemaskan aku dalam keadaan tu...
"Fuh.....lepas"
Aseng mengurut dada.
text dari Labu : " Aku tunggu di Papar dengan Mimi. Nanti kita pergi makan sama.k "
Malam itu tak banyak yang di lakukan oleh kami dan tak banyak pula cerita yang mampu aku kongsi kan. Cuma kami faham tentang penceritaan kami.